Harta Yang Sakral Dalam Islam
Penulis: M. Nahar
Paling tidak ada dua jenis harta yang sakral dalam Islam, yaitu harta waris dan harta zakat. Kedua jenis harta itu tidak boleh main-main dalam pengelolaannya. Salah-salah, siapapun yang terlibat dalam pengelolaan harta itu bisa celaka baik dunia maupun akhirat.
Mengapa kedua jenis harta tersebut sangat ketat pengelolaannya? Karena keduanya sangat erat kaitannya dengan kehidupan dan kondisi psikologis manusia.
Harta zakat hanya diambil dari orang-orang yang mendapatkan kewajiban untuk membayarnya dan hanya boleh diberikan pada mereka yang berhak menerimanya. Pembagian harta itu pun harus menurut pada panduan syariat, tidak boleh sembarangan.
Demikian pula harta waris. Harta tersebut hanya boleh diterima oleh para ahli waris orang yang sudah meninggal dan pembagiannya harus sesuai panduan syariat. Tidak boleh harta waris dibagi seenak hati para ahli warisnya. Lebih parah lagi apabila ada ahli waris yang serakah hingga sampai hati melakukan kecurangan saat pembagian waris berlangsung.
Apa saja resiko yang mungkin terjadi bila kedua jenis harta tersebut pembagiannya tidak sesuai syariat?
Pertama, bukan tidak mungkin Allah SWT akan mencabut keberkahan hidup orang-orang yang curang dalam pembagian harta waris dan yang enggan membayar zakat.
Dalam surat Thaha ayat 124, Allah SWT berfirman:
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
Kedua, apabila diantara para ahli waris yang dicurangi itu ada orang miskin atau anak yatim, maka ahli waris yang curang itu bisa dianggap pendusta agama.
Disebutkan dalam surat Al Ma'un, orang-orang yang termasuk golongan pendusta agama adalah mereka yang suka menghardik anak-anak yatim, enggan memberikan bantuan kepada orang-orang yang miskin, melakukan ibadah tanpa ada keikhlasan di dalam hati mereka, riya saat beramal, dan enggan untuk bersedekah.
Apabila seseorang sudah dikategorikan sebagai pendusta agama, konsekuensinya sangatlah berat dan mengerikan. Sholatnya dusta, puasanya dusta, haji dan umrohnya dusta, tilawahnya dusta, dzikirnya dusta, shalawatnya dusta dan tidak ada satupun amalnya yang diterima. Belum lagi bila dia juga harus menanggung dosa-dosa dari orang-orang yang dia zalimi.
Naudzubilah
Semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar